Jumat, 23 Mei 2014

HUBUNGAN EKOLOGI DENGAN ILMU PSIKOLOGI



Nama          : Ulva Khairani
Kelas          : 1PA09
Npm           : 19513050

1.    PENGERTIAN EKOLOGI
Ekologi adalah ilmu yangmempelajari interaksi antara organisme dengan lingkungannya dan yang lainnya. Berasal dari kata Yunani oikos ("habitat") dan logos ("ilmu"). Ekologi diartikan sebagai ilmu yang mempelajari baik interaksi antar makhluk hidup maupun interaksi antara makhluk hidup dan lingkungannya. Istilah ekologi pertama kali dikemukakan oleh Ernst Haeckel (1834 - 1914).[1] Dalam ekologi, makhluk hidup dipelajari sebagai kesatuan atau sistem dengan lingkungannya.
Pembahasan ekologi tidak lepas dari pembahasan ekosistem dengan berbagai komponen penyusunnya, yaitu faktor abiotik dan biotik. Faktor abiotik antara lain suhu,air, kelembaban, cahaya, dan topografi, sedangkan faktor biotik adalah makhluk hidup yang terdiri dari manusia, hewan, tumbuhan, dan mikroba. Ekologi juga berhubungan erat dengan tingkatan-tingkatan organisasi makhluk hidup, yaitu populasi, komunitas, dan ekosistem yang saling memengaruhi dan merupakan suatu sistem yang menunjukkan kesatuan.
Ekologi merupakan cabang ilmu yang masih relatif baru, yang baru muncul pada tahun 70-an. Akan tetapi,ekologi mempunyai pengaruh yang besar terhadap cabang biologinya. Ekologi mempelajari bagaimana makhluk hidup dapat mempertahankan kehidupannya dengan mengadakan hubungan antar makhluk hidup dan dengan benda tak hidup di dalam tempat hidupnya atau lingkungannya. Ekologi, biologi dan ilmu kehidupan lainnya saling melengkapi dengan zoologi dan botani yang menggambarkan hal bahwa ekologi mencoba memperkirakan, dan ekonomi energi yang menggambarkan kebanyakan rantai makanan manusia dan tingkat tropik.

2.   PENGERTIAN PSIKOLOGI
Kata psikologi berasal dari bahasa Yunani Purba, yaitu dari kata Psyche (jiwa) dan logos (kajian mengenai sesuatu). Jadi kata psikologi bisa diartikan sebagai suatu kajian mengenai sesuati yang memberikan kesan kepada jiwa seseorang. Dengan kata lain, psikologi adalah kajian mengenai jiwa atau aspek rohani manusia dan hewan secara saintifik. Psikologi sendiri dibedakan menjadi 3 bentuk, yaitu: psikologi sebagai ilmu, psikologi sebagai sains, dan psikologi sebagai profesi atau pekerjaan.

Berikut ini adalah pengertian dan definisi psikologi:
           a.      ALLPORT, 1985:3)
Psikologi adalah satu upaya untuk memahami dan menjelaskan bagaimana pikiran, perasaan, dan perilaku individu yang dipengaruhi oleh kehadiran orang lain secara aktual, dibayangkan, atau hadir secara tidak langsung

b.     KAMUS DEWAN
Psikologi merupakan kajian mengenai proses mental dan pemikiran, terutamanya berhubungan dengan perlakuan manusia dan hewan, pola pemikiran dan perlakuan seseorang atau sesuatu kumpulan tertentu dan kebijaksanaan memahami manusia

c.     RICHARD MAYER
Psikologi merupakan analisi mengenai proses mental dan struktur daya ingat untuk memahami perilaku manusia.

d.     ANONIM
Psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal

e.     DUKU AJAR
Psikologi adalah disiplin ilmu utama, dan pendekatannya melalui berbagai perspektif yang melibatkan studi terhadap pemikiran, perasaan dan perilaku serta pengalaman individual

f.      WILHEM WUNDT & E.B TITCHENER
Psikologi adalah pengalaman manusia yang dipelajari dari sudut pandang pribadi yang mengalaminya

g.     THE AMERICAN HERITAGE DICTIONARY (1982)
Psikologi didefinisikan sebagai karakteristik emosional dan perilaku individu, kelompok, atau aktivitas-aktivitas

h.     ISHAK MAD SHAH
Psikologi adalah suatu ilmu yang mengkaji tingkah laku dan proses mental secara saintifik dan bersistematik. Psikologi ini bertujuan untuk mengurai, menjelaskan, meramal, dan mengawasi tingkah laku dan proses mental manusia kearah peningkatan kualitas kehidupan

3.    HUBUNGAN EKOLOGI DENGAN ILMU PSIKOLOGI
Ekologi mempunyai hubungan dengan ilmu psikologi terutma psikologi lingkungan. Hubungan antara ilmu ekologi dengan ilmu psikologi lingkungan sudah cukup jelas, yaitu dimana psikologi lingkungan mempelajari perilaku manusia berdasrkan lingkungannya. Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa psikologi lingkungan adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia bedasarkan pengaruh lingkungannya, baik lingkungan sosial, dan lingkungan alam.
Sebagai contoh, lingkungan pedesaan dan lingkungan perkotaan sangatlah berbeda tergantung bagaimana perilaku manusia tersebut menghadapi lingkungannya. Dan juga contoh kedua, ketika terjadi banjir yang merusak ekosistem tentu saja ada perubahan perilaku manusia atau yang menjadi korban, bisa saja terjadi trauma akibat banjir yang terjadi.

Terima Kasih :

DAMPAK POSITIF DAN NEGATIF IPTEK DIKEHIDUPAN MANUSIA


Nama          : Ulva Khairani

Kelas          : 1PA09
Npm           : 19513050

Ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) adalah suatu ilmu yang berorientasi pada pemenuhan kebutuhan manusia. Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknology atau IPTEk Telah berkembang pesat dan melaju terus kedepan. Tujuan utama perkembangan iptek adalah perubahan kehidupan masa depan manusia yang lebih baik, mudah, murah, cepat dan aman. Perkembangan iptek, terutama teknologi informasi seperti internet sangat menunjang setiap orang mencapai tujuan hidupnya dalam waktu singkat.

Pengembangan iptek dianggap sebagai solusi dari permasalahan yang ada. Sementara orang bahkan memuja iptek sebagai liberator yang akan membebaskan mereka dari kungkungan kefanaan dunia. Namun manusia tidak bisa pula menipu diri akan kenyataan bahwa iptek mendatangkan malapetaka dan kesengsaraan bagi manusia. Dalam peradaban modern yang muda, terlalu sering manusia terhenyak oleh disilusi dari dampak negatif iptek terhadap kehidupan umat manusia.

Dengan berkembangnya teknologi informasi komputer yang pesat ini, peran serta dari masyarakat sangat besar dalam perkembangannya. Disamping banyak memberikan pengaruh serta manfaat yang bersifat positif perkembangan teknologi informasi juga banyak memberikan pengaruh yang bersifat negatif dalam perkembangannya. Berikut beberapa dampak negatif dari perkembangan teknologi informasi komputer di berbagai bidang :

1.      Bidang Pendidikan
          a.     Dampak Positif
v  Munculnya Media Massa, khususnya Media elektronik sebagai sumber ilmu dan pusat Pendidikan, seperti jaringan internet. Dampak dari hal ini yaitu guru bukanlah satu-satunya sumber ilmu pengetahuan, sehingga siswa dalam belajar tidak perlu terlalu terpaku terhadap informasi yang diajarkan oleh guru, tetapi juga bisa mengakses materi pelajaran langsung dari internet.
v  Sistem pembelajaran tidak harus melalui tatap muka. Proses pembelajaran tidak harus mempertemukan siswa dengan guru, tetapi bisa juga  menggunakan jasa pos Internet dan lain-lain.
v  Adanya sistem pengolahan data hasil penilaian yang menggunakan pengmanfaatan Teknologi. Setelah adanya perkembangan IPTEK, semua tugasnya yang dulunya dikerjakan dengan manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama, menjadi mudah untuk dikerjakan dengan menggunakan media teknologi seperti, Komputer yang dapat mengolah data dengan memanfaatkan berbagai program.
v  Pemenuhan  Kebutuhan akan Fasilitas Pendidikan dapat Dipenuhi dengan Cepat seperti penggandaan soal ujian dengan adanya mesin foto copy untuk memenuhi kebutuhan akan jumlah soal yang banyak dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat.

          b.     Dampak Negatif
v  Siswa menjadi malas belajar karena banyak diantara mereka yang menghabiskan waktunya untuk menggunakan jejaring sosial seperti facebook, chatting, Twitter dan lain-lain.
v Kerahasiaan alat tes untuk pendidikan semakin terancam sepertia adanya oknum-oknum yang melakukan penyelewengan terkait dengan kebocoran soal ujian karena mereka dapat dengan mudah mengakses informasi dari satu daerah ke daerah lain.
v Adanya penyalahgunaan system pengolah data yang menggunakan Teknologi.

2.      Bidang Informasi dan komunikasi
          a.     Dampak Positif
v  Kita akan lebih cepat mendapatkan informasi-informasi yang akurat dan terbaru di bumi bagianmanapun melalui  internet.
v  Kita dapat berkomunikasi dengan teman, maupun keluarga yang sangat jauh hanya dengan melalui handphone.
v  Kita mendapatkan layanan bank yang dengan sangat mudah.

          b.     Dampak Negatif
v  Pemanfaatan jasa komunikasi oleh jaringan teroris (Kompas).
v  Penggunaan informasi tertentu dan situs tertentu yang terdapat di internet yang bisa disalah gunakan oleh pihak tertentu untuk tujuan tertentu.
Kerahasiaan alat tes semakin terancam karena melalui internet kita dapat memperoleh informasi tentang tes psikologi, dan bahkan dapat memperoleh layanan tes psikologi secara langsung dari internet.
v  Manusia semakin malas karena adanya barang-barang elektronik terlebih di era modern ini perusahaan alat-alat elektronik selalu berlomba-lomba untuk membuat hal yang meringankan kinerja otak maupun fisik manusia dan sudah menjadi hal utama sehari-hari yang dilakukan oleh seluruh mayoritas manusia tertentu.

3.      Bidang Ekonomi dan Industri 
          a.     Dampak Positif
v  Pertumbuhan ekonomi yang semakin tinggi.
v  Terjadinya industrialisasi.
v  Produktifitas dunia industri semakin meningkat.
v Persaingan dalam dunia kerja semakin tinggi sehingga menuntut pekerja untuk selalu menambah skill dan pengetahuan yang dimiliki.

          b.     Dampak Negatif
v  Terjadinya pengangguran bagi tenaga kerja yang tidak mempunyai kualifikasi yang sesuai dengan yang dibutuhkan.
v  Sifat konsumtif sebagai akibat kompetisi yang ketat pada era globalisasi akan juga melahirkan generasi yang secara moral mengalami kemerosotan: konsumtif, boros dan memiliki jalan pintas yang bermental “instant”.

4.       Bidang Sosial dan Budaya
          a.     Dampak Positif
v  Perbedaan kepribadian pria dan wanita. Banyak pakar yang berpendapat bahwa kini semakin besar porsi wanita yang memegang posisi sebagai pemimpin, baik dalam dunia pemerintahan maupun dalam dunia bisnis. Bahkan perubahan perilaku ke arah perilaku yang sebelumnya merupakan pekerjaan pria semakin menonjol.
v  Meningkatnya rasa percaya diri. Perkembangan dan kemajuan ekonomi telah meningkatkan rasa percaya diri dan ketahanan diri  sebagai suatu  bangsa  akan  semakin  kokoh sehingga bangsa-bangsa Barat tidak lagi dapat melecehkan bangsa-bangsa Asia.
v  Tekanan, kompetisi yang tajam di berbagai aspek kehidupan sebagai konsekuensi globalisasi, akan melahirkan generasi yang disiplin, tekun dan pekerja keras.

5.      Bidang Politik
          a.     Dampak Positif
v  Timbulnya kelas menengah baru Pertumbuhan teknologi dan ekonomi di kawasan ini akan mendorong munculnya kelas menengah baru yang akan menjadi pelopor untuk menuntut kebebasan politik dan kebebasan berpendapat yang lebih besar.
v Proses regenerasi kepemimpinan. Peralihan generasi kepemimpinan ini akan berdampak dalam gaya dan substansi politik yang diterapkan sehingga kebebasan dan persamaan semakin kental.
v Di bidang politik internasional, juga terdapat kecenderungan tumbuh berkembangnya regionalisme. Kemajuan di bidang teknologi komunikasi telah menghasilkan kesadaran regionalisme. Ditambah dengan kemajuan di bidang teknologi transportasi telah menyebabkan meningkatnya kesadaran tersebut. Kesadaran itu akan terwujud dalam bidang kerjasama ekonomi, sehingga regionalisme akan melahirkan kekuatan ekonomi baru.

Terima Kasih :




Selasa, 06 Mei 2014

TUGAS ANALISIS KASUS KREATIVITAS DAN KEBERBAKATAN

Nama              : Ulva Khairani
Kelas               : 1 PA 09
NPM                 : 19513050


1.   Kasus
Bercerita Ternyata Bisa Membuat Anak Jadi Lebih Kreatif

Bu Ninik kesulitan mengajak anaknya, Rendy (5 tahun) untuk mendengarkan cerita yang ia bacakan. Rendy lebih suka berlarian dan hanya di awal-awal saja ia mau memperhatikan. Bu Ninik menggunakan strategi yang ia peroleh dari sebuah talkshow tentang bercerita, yaitu dengan mengajak anak membuat cerita bersambung, membawakan cerita secara bergantian setiap satu atau dua kalimat. Setelah beberapa hari kebiasaan ini dilakukan, anak jadi suka melengkapi cerita, baik dari Bu Ninik maupun yang ia saksikan di televisi. Apa sebenarnya yang terjadi pada Rendy? Iya, kreativitas yang meningkat karena cerita.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ratih Widyastuti Permatasari atau Kak Iputmenunjukkan bahwa bercerita dapat meningkatkan kreativias. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menceritakan gambar, kreativitas anak TK B, usia 5-6 tahun, mengalami peningkatan signifikan. Senada dengan penelitian yang dilakukan oleh Susilowati (2010), mahasiswa jurusan Pendidikan Anak Usia Dini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhamadiyah Surakarta. Penelitiannya menunjukkan hasil yang sama, yaitu peningkatan kreativitas yang signifikan pada anak TK B.

2.    Teori dan Analisis Kasus

Kreativitas seseorang untuk dapat terwujud membutuhkan adanya dorongan dalam diri individu (motivasi intrinsik) maupun dorongan dari lingkungan (motivasi ekstrinsik). Menurut hasil penelitian kasus diatas, kreativitas seorang anak akan meningkat apabila dia diberi kebebasan untuk menceritakan berbagai macam gambar dengan kemampuan mereka sendiri daripada mendengarkan orang tua atau orang lain menceritakan sebuah cerita untuk dirinya. 

Dalam kasus tersebut dijelaskan bahwa cerita dapat meningkatkan kreativias anak. Setidaknya ada tiga hal yang membuat anak menjadi kreatif jika orang tua atau pendamping terbiasa menyajikannya kepada anak.

1. Cerita bekerja dengan menyentuh bawah sadar
Pernah mengalami anak tidak mau mandi ketika kita suruh? Iya, perilaku negatifistik itu ada pada diri setiap orang, lebih-lebih pada anak. Apa yang kita larang, itu yang justru dilakukan, begitu juga sebaliknya.
Perintah menantang kesadaran karena langsung menantang kesiapan anak. Sebaliknya, cerita tidak mengajak kesadaran berhadapan, tetapi bersahabat dengannya. Akibatnya, apa yang diceritakan akan gampang menembusnya dan menyentuh wilayah bawah sadar anak. Wilayah bawah sadar yang lebih sering terkelola akan meningkatkan cara berpikir yang berbeda, yang artinya dapat meningkatkan kreativitas.
2. Cerita hadir dengan bahasa deskriptif
Bahasa cerita punya kekhasan tersendiri yang dibandingkan dengan bahasa penjelasan atau bahasa perintah. Bahasa deskriptif menjaga sistem diri anak tetap terbuka.
Setiap dari kita punya sistem yang menjaga keyakinan, mempengaruhi cara berpikir, merasa dan perilaku kita. Jika anak dibiasakan mendapatkan penjelasan atau bahkan perintah, maka mereka tidak diberikan pilihan-pilihan. Karena bersifat mengarahkan, jika dilakukan terus-menerus, akan membunuh kreativitasnya secara perlahan dan pasti. Bahasa deskriptif tetap memberikan kebebasan bagi anak, membiarkan mereka merancancang sikap dan perilaku serta membuat keputusan. Jika cara ini dibiasakan, maka kreativitas anak juga akan meningkat.
3. Cerita mengajak berimajinasi secara nyata
Menarik, ada istilah ‘berimajinasi secara nyata’. Seperti bertentangan ada istilah ‘imajinasi’ dan ada ‘nyata’. Memang ada dua hal bertentangan sekaligus dalam satu hal, atau yang biasa disebut paradoks. Pernah mendengar dongeng tentang Putri Salju, Ciung Wanara, atau Thumbelina? Itu semua dongeng imajinatif, tapi nyata dalam pikiran kita.
Anak yang mendengarkan cerita akan menjadi lebih kreatif. Imajinasi punya kelenturan untuk dibuat apa saja. Pikiran yang terbiasa medapatkan stimulus imajinatif akan lebih sering bekerja untuk mengelola daripada yang selalu diberikan hal yang nyata. Jika pikiran kita sering melakukan pengelolaan, maka kreativitasnya juga meningkat.
Jadi kasus diatas berhubungan dengan teori pendorong yaitu mengenai kebebasan psikologis. Orang tua atau guru mengizinkan atau memberi kesempatan kepada anak untuk bebas mengekspresikan secara symbolis pikiran atau perasaannya (permissiveness) dengan memberi anak kebebasan dalam berfikir atau merasa sesuai dengan apa yang ada dalam dirinya dengan mengekspresikan apa yang dilhatnya dengan cara menceritakannya kepada kita.